Ke konten Utama

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi ketika anak kurang tumbuh tinggi akibat makanan yang kurang bergizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya, mulai dari dalam kandungan hingga usia dua tahun. Ini membuat anak bisa lebih pendek dari teman-temannya.Namun, stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan tetapi juga dapat mempengaruhi kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan anak secara keseluruhan.

Kid Images

Apa Penyebabnya?

  • Kurangnya Nutrisi
    Kekurangan gizi, terutama protein, zat besi, vitamin A, zinc, dan asam folat, dapat menghambat pertumbuhan anak.
    🍎


  • Kesehatan Ibu
    Kesehatan ibu selama kehamilan memiliki dampak besar. Kurang gizi atau penyakit pada ibu dapat memengaruhi pertumbuhan janin.
    🥩


  • Pola Makan
    Akses makanan dan pola makan yang kurang baik dapat menghambat pertumbuhan anak. Ibu perlu memahami gizi agar dapat memberikan makanan yang mendukung pertumbuhan mereka.
    🌽


  • Sanitasi & Kebersihan
    Kurangnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang bersih, air bersih, dan praktik kebersihan yang baik dapat meningkatkan risiko stunting.
    🥦


  • Infeksi & Penyakit
    Infeksi berulang atau penyakit kronis pada masa anak-anak dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan.
    🤒


  • Gangguan Mental dan Hipertensi Pada Ibu
    Pola asuh kurang baik dan gizi yang kurang dapat menyebabkan stunting pada anak, terutama jika ibu mengalami kekurangan nutrisi selama remaja, kehamilan, dan menyusui.
    👩‍🍼


  • Penyakit Menular
    Penyakit menular pada masa anak-anak, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan gangguan penyerapan nutrisi.
    👶


  • Akses Terbatas ke Layanan Kesehatan
    Kurangnya akses terhadap layanan kesehatan, termasuk imunisasi dan perawatan kesehatan rutin, dapat memperburuk kondisi stunting.
    🏥
😲

Wow, nggak nyangka sebanyak ini! Yuk, kita cari tahu solusinya bareng-bareng!

Jangan Panik, Ini Solusinya

1. Pendidikan Gizi

Memberikan pendidikan gizi kepada ibu dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman tentang nutrisi yang tepat selama kehamilan, menyusui, dan pertumbuhan anak.

2. Pemberian Makanan Bergizi

Mendorong praktik pemberian makanan bergizi pada anak, termasuk pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dan memberikan makanan tambahan yang seimbang setelahnya.

3. Sanitasi dan Kebersihan

Meningkatkan akses terhadap sanitasi yang baik dan air bersih untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

4. Pendidikan Kesehatan

Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang pentingnya praktik hidup sehat, kebersihan, dan pola makan yang baik.

5. Pemeriksaan Rutin

Ibu hamil perlu check-up rutin untuk memonitor berat badan, hindari anemia, dan periksa tekanan darah demi kesehatan ibu dan janin.

6. Penguatan Sistem Kesehatan

Meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas sistem kesehatan untuk memberikan layanan dan dukungan yang efektif.

7. Pelayanan Kesehatan Rutin

Meningkatkan akses dan partisipasi dalam layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk imunisasi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan konsultasi gizi.

8. Pentingnya ASI

ASI memberikan gizi penting yang mendukung pertumbuhan anak dan membangun sistem imun, mencegah stunting.

🤔

Lalu, bagaimana kita bisa pastikan anak kita tumbuh sehat tanpa stunting?

illustrasi anak-anak sedang bermain
1

Tinggi Badan

Anak tampak lebih pendek dibandingkan dengan teman-teman sebaya.

2

Berat Badan

Berat badan anak mungkin tidak sesuai dengan usianya.

3

Perkembangan Motorik

Keterlambatan dalam perkembangan motorik, seperti kemampuan berjalan atau berbicara.

4

Kognitif & Kemampuan Belajar

Kesulitan belajar, kurangnya ketertarikan dalam kegiatan belajar, atau keterlambatan dalam mencapai perkembangan kognitif.

5

Gangguan Pemenuhan Tumbuh Kembang

Gangguan dalam pola makan, nafsu makan rendah, atau kesulitan dalam mendapatkan makanan yang bergizi.